Raspberry Pi Zero Headless Setup

Anda ingin mencoba memulai bermain dengan Raspberry Pi? Mungkin Anda memiliki permasalahan ini dalam melakukan penyetelan Raspberry Pi seperti: tidak ada monitor untuk mengonfigurasi Raspberry Pi, tidak ada keyboard untuk mengetik command, ataupun tidak ada kabel LAN. Mungkin permasalahan Anda sama seperti saya, mempunyai Raspberry Pi Zero W, yang hanya bisa diakses melalui Wireless, koneksi USB hanya dengan micro USB dan mini HDMI. Jika Anda memiliki Raspberry Pi Zero dan ingin mencoba untuk memulai bermain dengan Raspberry, silakan membaca guide ini untuk memulai instalasi Raspberry Pi Anda!

IMG_20180401_222102.jpg
Gambar 1. Raspberry Pi Zero Wireless

Instalasi Operating System Raspbian Stretch Lite

Hal yang Anda butuhkan untuk memulai adalah sebagai berikut:

  1. Raspberry Pi Zero Wireless (pastikan bukan yang Raspberry Pi tanpa WiFi)
  2. Micro SD Card (sebaiknya Class 10 agar operasi Read/Write Disk nya lebih cepat)
  3. Charger HP 2A
  4. Laptop dengan SD Card Reader (gunakan Micro-SD Adapter jika perlu)
  5. Wireless Router atau Mobile WiFi Hotspot

Hal pertama yang Anda perlu lakukan adalah masukkan SD Card ke komputer Anda, lalu format SD Card tersebut, jika Anda sudah pernah menginstalasi Raspbian sebelumnya pada SD Card tersebut dan ingin menghapusnya, Anda dapat menggunakan SD Card Formatter (sdcard.org). Sebagai perbandingan, Gambar 2 menunjukkan formatting menggunakan quick format Windows dan SD Card Formatter, Windows Formatter hanya bisa melakukan format untuk partisi F:\ di SD Card, sedangkan SD Card Formatter mampu melakukan format untuk seluruh SD Card.

Screenshot 2018-04-01 22.40.45
Gambar 2. Perbandingan format dengan Windows Formatter dan SD Card Formatter

Setelah Anda melakukan Quick Format menggunakan SD Card Formatter, Anda dapat menambahkan OS Raspbian pada SD Card. Pertama, hal yang perlu Anda lakukan adalah download ZIP file dari OS Raspbian Stretch Lite. Download dari website resmi Raspberry Pi untuk Raspbian Stretch Lite, dengan kernel Linux 4.9. Terdapat dua varian Raspbian Stretch, dengan Desktop dan Lite, Lite adalah versi tanpa GUI, sedangkan Desktop memiliki GUI sehingga dapat dihubungkan dengan monitor dan keyboard dan dipakai layaknya komputer biasa.

Setelah Anda sudah memiliki Raspbian Stretch Lite dan SD Card yang sudah di format, proses selanjutnya adalah untuk flashing Raspbian Stretch Lite pada SD Card Formatter. Cara yang paling saya suka untuk menginstalasi Raspberry Pi adalah dengan menggunakan program Etcher. Program ini dapat diunduh dari website Etcher.io, program ini mudah dipakai dan ringan.

Screenshot 2018-04-01 23.00.17
Gambar 3. Pemilihan image Raspbian Stretch Lite untuk flash pada SD Card dengan program Etcher

Setup SSH Server dan WiFi

Untuk dapat mengakses Raspberry Pi Anda tanpa membutuhkan monitor ataupun keyboard Anda membutuhkan SSH Server dan koneksi WiFi. Pada komputer yang Anda ingin pakai untuk mengonfigurasi Raspberry Pi, pastikan Anda memiliki client SSH, Anda dapat menggunakan PuTTY.

Untuk menyalakan SSH, Anda perlu membuat file “ssh” pada partition boot pada SD Card yang sudah Anda flash dengan OS Raspbian. Pastikan Anda membuat file ssh tanpa extension apapun (bukan .txt), file ini tidak perlu diisi, hanya pastikan bahwa terdapat file bernama “ssh”.

Screenshot 2018-04-01 23.16.44
Gambar 4. Instalasi SSH Server dengan menambahkan file SSH tanpa ekstensi pada SD Card dengan Raspbian

Setelah menambahkan server SSH, hal kedua yang perlu Anda lakukan adalah membuat sebuah file “wpa_supplicant.conf” pada partisi boot. Isi file tersebut sebagai berikut:

ctrl_interface=DIR=/var/run/wpa_supplicant GROUP=netdev
update_config=1

network={
    ssid="NAMA_WIFI_ANDA"
    psk="PASSWORD_ANDA"
    priority=1
}

Gunakan Notepad untuk menulis file tersebut, pastikan Anda simpan ini sebagai wpa_supplicant.conf dan bukan .txt. Gambar 5 menunjukkan contoh hasil dari pembuatan file wpa_supplicant yang ditaruh pada partisi boot yakni di F:\. Ganti NAMA_WIFI_ANDA dengan nama SSID dari WiFi yang Anda pakai, dan PASSWORD_ANDA sesuai dengan password WiFi-nya.

ConfigureWPASupplicant
Gambar 5. Pengaturan file wpa_supplicant untuk koneksi WiFi

Setelah Anda telah melakukan instalasi OS Raspbian dan menambahkan file-file sesuai dengan petunjuk di atas, eject SD card tersebut dan pasang ke Raspberry Pi Zero.

Akses SSH Raspberry Pi dari PC

Setelah Anda memastikan file yang dibuat sudah sesuai dengan tutorial ini, nyalakan Raspberry Pi Zero untuk pertama kalinya dengan SD Card yang sudah diinstalasi dengan OS Raspbian yang sudah dikonfigurasi untuk dapat diakses dengan SSH melalui WiFi. Cek IP Address dari Raspberry Pi yang Anda miliki untuk dapat mengaksesnya melalui Raspberry Pi, Anda bisa menggunakan Tabel DHCP dari Router WiFi Anda untuk mengetahui IP Address Raspberry Pi. Contoh Tabel DHCP dari Router dapat dilihat pada Gambar 6.

Router
Gambar 6. IP Address dari Raspberry Pi Zero

Setelah itu Anda dapat membuka PuTTY untuk mengakses SSH dari Raspberry Pi dengan IP Address yang sudah Anda ketahui dari Tabel DHCP Router Anda. Setelah itu Anda dapat memasukkan login dengan menggunakan

login as: pi
pi@192.168.0.7's password: raspberry

Pastikan Anda mengikuti petunjuk di atas yakni memasukkan “pi” sebagai nama login dan password “raspberry”. Setelah itu Anda dapat mengakses Raspberry Pi Zero Anda menggunakan SSH, untuk mengubah password Anda agar tidak mudah dijebol orang maka Anda perlu memasukkan command:

$ passwd

Anda akan diminta mengisi password lama (raspberry) dan memasukkan password yang baru. Setelah Anda telah memasukkan password baru, pastikan SSH Server di Raspberry Pi sudah dalam posisi menyala secara permanen, hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan command sebagai root (sudo):

# raspi-config

Dengan mengakses raspi-config, Anda akan melihat tampilan sesuai pada Gambar 7 pada window PuTTY Anda. Arahkan pointer ke “Interfacing Options” dan klik Enter.

RaspiConfig
Gambar 7. Tampilan Raspberry Configuration Tool (Raspi-Config)

Setelah Anda mengakses Interfacing Options, pilihlah P2 SSH untuk mengakses pengaturan SSH Server. Anda akan menemukan pilihan “Would you like the SSH server to be enabled?” pilih Yes dan tekan Enter. Anda akan melihat tulisan “The SSH server is enabled”. Setelah itu Anda akan dikembalikan ke tampilan utama, tekan Finish untuk keluar. Selanjutnya Anda akan dapat mengakses Raspberry Pi Anda via SSH tanpa perlu memikirkan adanya monitor/keyboard, pastikan ada WiFi dengan SSID dengan Password sesuai dengan penyetelan yang Anda lakukan.

Masih memiliki pertanyaan? Silakan bertanya pada blog post ini, selamat mencoba Raspberry Pi Anda.

Diterbitkan oleh josefmtd

Junior Electronics Engineer

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: