Kategori
Uncategorized

Running APRSC on Docker

APRSC is created by the creator of APRS.fi, it’s an APRS-IS server implementation written in C. I have been using APRSC for a while to run on a Raspberry Pi running a Debian Stretch/Buster. APRSC is quite simple to install and run on a Debian based mini-PC’s, I had created a Raspberry Pi Image that come with APRSC pre-installed, but not configured and started.

I wrote a simple Dockerfile to run the shell scripts I had written to build APRSC on a Debian Buster environment. I noticed there were already an APRSC Docker implementation done previously by https://github.com/brannondorsey/aprsc-docker. However, I did not manage to make brannondorsey’s docker setup work, since I am still a beginner in Docker. I figured I messed up somewhere during setting up the permissions for the Docker volumes.

My Docker container install the dependencies for APRSC and build a debian package and installs it via APT-GET. Docker compose links the config located in the GitHub source folder with the one inside the container.

./config/default:/etc/default:rw
./config/etc:/opt/aprsc/etc:rw

Before building the container, edit the aprsc.conf file under the ./config/etc folder, and fill the proper informations required. By using docker-compose run, the service will start and voila, you have a working APRSC server running on a Docker container.

APRSC server status web page (Source: http://aprs.josefmtd.com:14501)

The server is now available to be accessed by APRS-IS applications such as APRS-Droid and/or APRX gateway, via port 14580 and 10152.

APRS Docker repository is available from https://github.com/josefmtd/aprsc-docker

Kategori
Linux

Instalasi Docker Engine dan Docker Compose di Ubuntu Focal Fossa

Artikel singkat ini menunjukkan cara sederhana melakukan instalasi Docker Engine dan Docker Compose menggunakan APT repository dan Python PIP installer. Script di bawah ini menggunakan referensi dari kedua tutorial dari Docker yaitu: https://docs.docker.com/engine/install/ubuntu/ dan https://docs.docker.com/compose/install/

#!/bin/bash
apt update
apt upgrade -y
apt install python3-pip apt-transport-https gnupg-agent software-properties-common curl ca-certificates -y
curl -fsSL https://download.docker.com/linux/ubuntu/gpg | sudo apt-key add –
add-apt-repository "deb [arch=amd64] https://download.docker.com/linux/ubuntu focal stable"
apt install docker-ce docker-ce-cli containerd.io -y
usermod -aG docker $USER
pip3 install docker-compose
exit 0

Untuk melakukan instalasi di Ubuntu server, unduh script di atas melalui Github Gist menggunakan command di bawah ini

$ wget https://gist.githubusercontent.com/josefmtd/e121e49c463907b2e267d997a23dc508/raw/da4d267cbb3935dbec012c1c3847c4b39aa0c0b7/install_docker_ubuntu_focal.sh
# chmod 755 install_docker_ubuntu_focal.sh
# ./install_docker_ubuntu_focal.sh

Edit: Typo di script add-apt-repository telah diperbaiki

Kategori
Linux Raspberry Pi

Apt-Cacher on Raspberry Pi

When you’re developing an application on Raspberry Pi, you might have to install a few dependencies packages from an APT repository. Sometimes you break some applications and a clean install is probably your last resort, and you find yourself downloading the same packages over-and-over again.

In my case, I was running the pi-gen shell script available from https://github.com/RPi-Distro/pi-gen. This shell script is very handy when you want to create your own custom Raspberry Pi OS image, with the packages you need. This is very handy in production, where you want the process to be as simple as burning an image to an SD card, and you’re good to go.

However, when developing the shell script to produce the proper image I need, I find myself sometimes breaking the script and often had to restart it all over again, downloading the same packages from the APT repository. There’s actually a solution for this problem, create an APT cache in your local network in a Debian box (or a spare Raspberry Pi). I use my Pi.hole Raspberry Pi for this APT Cacher. Installation is simple, it’s only by:

# apt install apt-cacher-ng

Once you’re done, you can use that spare Raspberry Pi as an apt cacher. You can simply add a line to your pi-gen script config:

APT_PROXY='http://pi.hole:3142'

This works like a charm and I can shave 9 minutes from downloading the packages from repository since now I have it cached.

[06:58:17] Begin /home/vagrant/pi-gen
[06:58:17] Begin /home/vagrant/pi-gen/stage0
...
[07:13:32] End /home/vagrant/pi-gen/stage2

(15.25 minutes)

[06:45:27] Begin /home/vagrant/pi-gen
[06:45:27] Begin /home/vagrant/pi-gen/stage0
...
[07:09:48] End /home/vagrant/pi-gen/stage2

(24.35 minutes)

By using this APT cache, you can save a few minutes (depending on your network speed) downloading the same base packages over-and-over when you need to develop a bunch of images at the same time.

Kategori
Electronics

Petunjuk Pembacaan Spesifikasi Teknis Thermometer Inframerah

Semua benda yang memiliki panas akan menghasilkan radiasi inframerah sesuai dengan temperatur dari benda tersebut. Penggunaan temperatur inframerah ini dapat dipakai untuk berbagai aplikasi, dari keperluan industri (untuk membaca mesin listrik / mekanik), ataupun keperluan medis (untuk membaca suhu tubuh manusia). Dua artikel sebelumnya saya membahas penggunaan Industrial Grade Thermometer dan Medical Grade Thermometer dan tingkat akurasinya. Melalui artikel ini saya akan membahas cara membedakan keduanya berdasarkan specification sheet atau spesifikasi teknis yang umumnya tersedia di dalam kotak thermometer tersebut atau tercantum pada website penjualan sebelum Anda membeli thermometer itu.

Spesifikasi Penting dari Thermometer Inframerah

Ada empat jenis spesifikasi penting yang perlu dilihat dan diperhatikan secara seksama sebelum membeli thermometer untuk keperluan screening di gedung perkantoran atau ruang publik lainnya:

  1. Rentang temperatur yang ingin di baca
  2. Jenis permukaan objek yang ingin di ukur
  3. Akurasi dari pembacaan temperatur
  4. Luasan target pembacaan temperatur dan jarak maksimum dari target yang diperlukan

Dua spesifikasi teknis di atas adalah spesifikasi teknis dari Thermometer Inframerah untuk Industri (kiri) dan Thermometer Inframerah untuk Medis (kanan). Contoh merk umum dari thermometer industri adalah Fluke, sedangkan contoh merk umum dari thermometer medis adalah Omron.

Rentang Temperatur dan Akurasi

Perbedaan kedua thermometer industri dan medis jelas terlihat pada rentang temperatur dan akurasinya. Umumnya thermometer industri ini memiliki rentang yang sangat ekstrem, dari -36 derajat Celsius hingga 600 derajat Celsius. Sedangkan thermometer medis memiliki rentang temperatur di sekitar suhu tubuh manusia, 32 derajat sampai dengan 42 derajat Celsius. Dalam memilih thermometer, hal terpenting yang perlu di cari dari spesifikasi teknis rentang temperatur adalah pastikan rentang frekuensi sesempit mungkin dan mencakup suhu yang diinginkan.range-industrial

Setelah itu ada akurasi pembacaan, semakin besar rentang pembacaan suhu, semakin besar juga tingkat kesalahan, atau kurangnya akurasi pembacaan suhu. Thermometer industri memiliki spesifikasi teknis yang umumnya +/- 1 derajat Celsius untuk rentang temperatur sekitar suhu tubuh manusia. Thermometer medis memiliki spesifikasi teknis yang umumnya lebih kecil, hingga +/- 0.3 derajat Celsius.range-medical

Jenis Permukaan yang Diukur

Pembacaan temperatur dengan thermometer inframerah berbasis emisivitas cahaya inframerah yang dihasilkan, sehingga jenis benda yang dibaca sangat berpengaruh terhadap pembacaan temperatur. Thermometer industri umumnya memiliki konfigurasi untuk mengatur emisivitas, yang disesuaikan dengan benda yang diukur sesuai dengan jenis permukaan tersebut, yang memantulkan cahaya (emisivitas = 0) atau benda hitam atau blackbody (emisivitas = 1).

Thermometer medis umumnya sudah diatur untuk menggunakan konfigurasi emisivitas yang sesuai dengan warna kulit tubuh manusia. Nilai emisivitas yang sesuai dengan warna kulit manusia memastikan pembacaan yang lebih presisi.

Field of View dari Sensor Inframerah

Pembacaan cahaya inframerah menggunakan suatu sistem optik yang memfokuskan pancaran inframerah dari benda ke detektor inframerah dalam thermometer. Spesifikasi ini disebut Distance to Spot (D:S) ratio. Thermometer kelas Industri umumnya memiliki D:S yang tinggi, dengan D:S sebesar 30:1 dapat dilakukan pembacaan area dengan diameter 5 cm dengan jarak hingga 150cm.fov-industrial

Thermometer kelas medis umumnya memiliki spesifikasi teknis berupa panduan jarak maksimum berdasarkan rata-rata luasan kening manusia. Sebagai contoh, jarak 5 cm sampai 15 cm adalah jarak optimum untuk penggunaan thermometer kelas medis ini.

fov-medical

Thermometer Inframerah untuk Screening

Thermometer inframerah ini tetap memiliki akurasi yang buruk dibandingkan thermometer jenis lainnya sehingga hanya digunakan untuk keperluan screening dan bukan untuk diagnostik apapun. Departemen Kesehatan Hong Kong mengeluarkan pamflet tentang penggunaan thermometer inframerah dengan SOP sebagai berikut:

  1. Pastikan kening (forehead) tidak tertutup oleh benda apapun
  2. Jika di atas 36 derajat Celsius diasumsikan demam
  3. Pembacaan temperatur menggunakan inframerah hanya untuk screening

Kesimpulan dan Saran

Sebagai panduan untuk mengetahui jenis thermometer yang dipakai dalam screening di pintu masuk gedung / ruang publik lainnya, pastikan melihat spesifikasi teknis untuk melihat kemampuan pembacaan rentang temperatur, akurasi, emisivitas, dan distance to spot ratio nya. Hal ini dapat dilakukan untuk mencegah penggunaan Industrial Grade Thermometer untuk keperluan screening gejala demam di pintu perkantoran atau ruang publik lainnya.

Akurasi pembacaan temperatur menggunakan thermometer inframerah perlu diperhatikan sehingga batas bawah demam perlu disesuaikan dengan tingkat akurasi dari alat pembacaan ini. SOP dari pembacaan suhu di gedung seharusnya disesuaikan dengan tingkat akurasi dari alat yang digunakan.

 

Kategori
Electronics

Akurasi Thermo Gun Kelas Industri di Gedung dan Ruang Publik

Thermometer menjadi salah satu barang yang menjadi langka akibat wabah COVID-19. Transportasi umum, gedung sekolah, perkantoran, dan ruang publik umum memiliki pemantauan temperatur pengunjung di setiap pintu masuk. Kebutuhan akan thermometer ini menyebabkan suplai yang terbatas dari Thermo Gun menjadi sulit dicari dan harga menjadi tinggi. Di tengah kenaikan harga dan keterbatasan Thermo Gun untuk mengukur suhu tubuh manusia, Thermo Gun untuk keperluan Industri (Industrial-Grade) juga ikut masuk bursa pencarian Thermo Gun. Saya ingin membahas beberapa dasar-dasar pengukuran suhu untuk memperjelas posisi Thermo Gun dalam pembacaan suhu tubuh.

Cara Kerja Thermometer Digital

Thermometer Digital dapat menunjukkan hasil pembacaan suhu secara digital, lebih mudah dibaca dibanding thermometer analog berbasis raksa yang berbahaya. Ada dua jenis thermometer digital yang lazim ditemukan di pasaran, thermometer berbasis thermistor dan inframerah. Thermistor adalah suatu komponen yang nilai resistansinya tergantung oleh suhu sekitarnya. Thermometer digital berbasis thermistor ini cukup akurat karena menggunakan thermistor yang sudah dikalibrasi untuk bekerja di rentang suhu tubuh manusia.  Umumnya thermometer seperti ini digunakan dengan dipasang pada mulut (oral), dubur (rektal), atau ketiak (axillary). Akurasi thermometer ini cukup baik, namun kekurangannya adalah waktu pembacaan yang relatif lama.

thermometers on white surface
Photo by Polina Tankilevitch on Pexels.com

Benda panas menghasilkan pancaran inframerah, konsep ini dipakai untuk membaca temperatur dengan inframerah. Thermometer inframerah ini membaca pancaran sinar inframerah yang dihasilkan panas tubuh manusia untuk mengetahui suhu tubuh. Thermometer untuk tubuh manusia sudah dikalibrasi dan dioptimasi untuk membaca pancaran inframerah yang dihasilkan oleh rentang suhu tubuh manusia. Kelebihan terbesar dari penggunaan thermometer jenis ini adalah pembacaan tidak perlu kontak langsung dan kecepatan pembacaan jauh lebih cepat dibanding menggunakan thermometer berbasis thermistor.

Thermometer inframerah untuk tubuh manusia umumnya sudah terkalibrasi untuk membaca dari kulit manusia, hal ini disebabkan emisivitas cahaya juga tergantung dari warna benda yang memancarkan. Beberapa konsep emisivitas ini menjadi krusial dalam mekanisme pembacaan suhu menggunakan inframerah. Berbagai variabel ini menyebabkan akurasi dari thermometer berbasis inframerah ini lebih buruk dibandingkan thermometer berbasis thermistor.

Image result for body temperature infrared thermometer
Thermo Gun untuk suhu tubuh

Industrial Grade Thermometer dan Medical Grade

Thermometer berbasis infrared ini aplikasinya sangat luas, karena pembacaan suhu tanpa kontak langsung, thermometer ini sering digunakan untuk mesin industri yang dapat memiliki suhu rendah maupun suhu sangat tinggi. Thermometer kelas industri ini memiliki rentang pembacaan temperatur yang sangat luas, sehingga memiliki akurasi yang sangat buruk bahkan jika dibandingkan dengan thermometer kelas medis. Jika akurasi dari thermometer kelas medis ini adalah +/- 1 derajat, thermometer kelas industri ini dapat meleset hingga 4-5 derajat.

Melalui artikel ini saya ingin mengangkat kesadaran akan jenis-jenis thermometer yang tersedia di pasaran, sehingga dalam penanggulangan dan pencegahan penyebaran wabah COVID-19 ini, ada pengetahuan yang memadai bagi pemegang kebijakan dan pengelola ruang publik. Saya ingin menyadarkan para pengelola gedung dan ruang publik untuk mengetahui kekurangan dari thermometer berbasis inframerah, terlebih yang merupakan thermometer untuk aplikasi industri.

Jika thermometer yang digunakan tidak cocok untuk membaca suhu tubuh manusia dengan akurat, bahkan meleset jauh sampai 5 derajat, saya khawatir banyaknya orang yang mengalami gejala demam tidak sadar dan ikut masuk ke dalam kerumunan orang banyak dan meningkatkan penyebaran wabah COVID-19.

Saya mohon jika ada ahli yang lebih berpengalaman dari saya untuk menyampaikan hal ini agar dapat berbicara dan meningkatkan kesadaran akan hal ini agar pengelola ruang publik dapat mengetahui hal ini dan memastikan alat yang dipakai sudah sesuai untuk mendeteksi gejala COVID-19 dengan baik.

Karena belum ada ahli yang berbicara, izinkan saya mengutip dari video oleh ahli penginderaan suhu berbasis inframerah dari Amerika Serikat, Jim Seffrin:

Kategori
Electronics

Industrial Grade atau Medical Grade: Pembacaan Thermo Gun di Gedung Publik

Thermometer berbasis infrared menjadi marak digunakan di berbagai pintu masuk ruang publik ataupun perkantoran. Hal ini dilakukan demi memastikan semua orang yang masuk ke dalam ruangan publik ini tidak memiliki gejala-gejala COVID-19. Penggunaan termometer ini sangat efektif untuk mendapatkan pembacaan yang cepat, sesuai dengan kebutuhan screening di pintu masuk yang mempunyai lalu lintas yang tinggi.

Dilihat dari sisi Biomedical Engineering, ada dua cara pembacaan temperatur secara digital yang dapat dilakukan, menggunakan thermocoupling dan thermistor: bentuk termometer yang biasa masuk rektum atau mulut, atau menggunakan infrared, bentuk thermogun yang untuk membaca temperatur di dahi atau di kuping. Umumnya yang dipakai di gedung adalah yang berbasis thermogun karena kecepatan pembacaannya. Namun dia memiliki kekurangan yaitu pembacaan yang bisa kacau akibat suhu lingkungan atau akibat cahaya inframerah dari pantulan cahaya matahari.

Beberapa hari ini, saya lihat berbagai keluhan dari teman-teman yang mendapatkan angka pembacaan di bawah 35 derajat, secara medis ini jelas tidak mungkin. Dengan background Elektronika dan sempat belajar Instrumentasi Biomedik, saya kurang lebih tahu sedikit tentang mekanisme alat berbasis Infrared ini.

Analisanya sederhana, ada dua tipe thermo-gun yang tersedia di pasaran. Thermo gun yang dikhususkan untuk keperluan industri, untuk mengukur temperatur mesin yang sangat panas, jauh di atas 100 derajat Celsius, dan ada yang dikhususkan untuk keperluan medis, untuk mengukur suhu tubuh manusia. Hal yang perlu diperhatikan apakah bagian Biro Umum yang umumnya menguruskan hal ini dalam pengadaan thermo gun mengetahui spesifikasi ini?

Thermo Gun untuk keperluan industri ini memang kapabel untuk melakukan pengukuran, namun dapat meleset jauh untuk pembacaan di rentang suhu tubuh manusia.

Melalui tulisan ini, saya ingin memberi kritik dan masukan kepada pemegang kebijakan untuk merevisi kembali SOP dan tata laksana pembacaan suhu berbasis Thermo Gun, agar tepat sasaran, tepat guna, dan efektif dalam memberikan informasi yang sesuai untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Saya rasa Expert di bidang ini di Indonesia masih terbatas, saya harap ada expert yang lebih memiliki kapabilitas menjelaskan ini untuk dapat merevisi penggunaan Thermo Gun yang kurang tepat. Berikut saya juga cantumkan salah satu demonstrasi yang dilakukan oleh praktisi dan ahli Thermal Imaging dari Amerika Serikat:

They said that drastic times calls for desperate measures, but one should not be too desperate to choose something that is ineffective or inaccurate – Jim Seffrin

“Mereka bilang waktu genting membutuhkan tindakan darurat, namun kita tidak boleh tergesa-gesa sehingga memilih sesuatu yang tidak efektif dan tidak akurat” – Jim Seffrin

 

Kategori
Non-electronics

COVID-19 101: Apa itu Pertumbuhan Eksponensial?

Saya percaya bahwa Indonesia ada dalam darurat matematika, di mana kebanyakan masyarakat mengabaikan matematika. Walaupun adanya wajib belajar 12 tahun yang penuh dengan pelajaran matematika, dari dasar hingga level kalkulus, matematika sepertinya tidak diindahkan pada saat ada relevansinya di dunia nyata. Hal ini saya rasa kembali terbukti di tengah banyaknya informasi COVID-19.

KASUSCOVID
Gambar 1. Laju pertumbuhan kasus harian di Indonesia dari 2 Maret 2020 sampai dengan 13 Maret 2020

Artikel ini saya tulis dengan harapan memberikan pengertian terhadap konsep matematika yang ada dan sering disebutkan dalam pemberitaan Coronavirus. Video yang dibuat oleh 3Blue1Brown mengenai Pertumbuhan Eksponensial dalam konteks Epidemi (source) menjadi acuan utama artikel ini. Menurut saya, video ini perlu dicerna untuk mendapatkan informasi-informasi relevan berdasarkan fakta matematik yang tersedia melalui data-data yang dibuka ke publik oleh Pemerintah berbagai negara.

Pertumbuhan Eksponensial

Perkembangan penambahan jumlah kasus COVID-19 di luar Mainland China disebut sedang mengalami penumbuhan eksponensial. Apa itu pertumbuhan eksponensial, penumbuhan eksponensial ini adalah kenaikan jumlah kasus perharinya memilki faktor pengali yang bersifat konstan (atau mendekati konstan) sepanjang interval waktu tertentu. Pertumbuhan eksponensial ini, menunjukkan bahwa seiring dengan waktu, jumlah kasus akan membludak tinggi tanpa diekspektasi masyarakat. Pada umumya, memang virus adalah contoh buku teks terhadap pertumbuhan eksponensial. Hal ini disebabkan fakta bahwa 1 orang terinfeksi virus dapat menginfeksi lebih dari 1 orang, dan begitu juga selanjutnya.

Image result for exponential growth coronavirus outside china
Gambar 2. Iluistrasi pertumbuhan eksponensial dari kasus Coronavirus dan tingkat kematian di luar China

Pertumbuhan viral ini yang menyebabkan adanya peningkatan jumlah kasus secara eksponensial. Interaksi dari pembawa virus SARS-CoV-2 ini yang menyebabkan adanya pertumbuhan tersebut. Bagaimana cara memaknai pertumbuhan eksponensial ini?

Cara Mencerna Pertumbuhan Eksponensial

Saat Anda ingin mengetahui informasi penting dari sebuah pertumbuhan eksponensial, jumlah kasus menjadi tidak terlalu penting. Hal yang sangat perlu diperhatikan adalah laju pertumbuhan eksponensial ini. Laju eksponensial atau faktor pertumbuhan ini sangat penting untuk mengetahui status pertumbuhan kasus COVID-19 di area tersebut. Jika faktanya menunjukkan bahwa faktor ini masih lebih besar dari 1 tanpa adanya tanda pengurangan faktor tersebut, masyarakat harus makin waspada, karena keadaan hanya akan lebih baik ketika pertumbuhan ini mulai kembali mendekati angka 1.

Laju pertumbuhan ini dapat dirumuskan dengan sederhana sebagai berikut:

v_{growth} = \frac{\delta N_{cases}}{\delta t}

Pertumbuhan adalah jumlah penambahan kasus terhadap suatu interval waktu. Kurva epidemi menjadi salah satu standar penyajian data ini. CDC mempunyai rule of thumb untuk menentukan interval waktu, yaitu 0.25 x periode inkubasi. Beberapa data menunjukkan bahwa waktu inkubasi SARS-CoV-2 serupa dengan SARS-CoV yaitu 5 hari, sehingga dapat digunakan interval waktu 1 hari. Nilai pertumbuhan ini menjadi sinonim dengan nilai pertambahan kasus perharinya.

Variabel Penjelas Pertumbuhan Eksponensial

Salah satu variabel yang umum digunakan oleh Jurnalis, atau seperti yang dilakukan oleh pendiri OurWorldInData, adalah jumlah interval hari di mana terjadi pertumbuhan kasus sebesar 2 kali lipat. Angka ini menunjukkan besaran yang relevan dengan pertumbuhan eksponensial, namun dengan konteks yang lebih mudah dimengerti awam.

Di Fisika, kita juga terekspos dengan penggunaan konsep desibel untuk membandingkan dua nilai. Desibel ini juga sangat intuitif untuk memperjelas pertumbuhan eksponensial dari COVID-19.

\displaystyle Growth (dB) = 10 \log{\frac{N(t)}{N(t-1)}}

Menggunakan konsep Desibel ini, kita dapat melihat dengan jelas seberapa cepat bertumbuhnya jumlah kasus, dengan nilai ini, kita dapat melihat berapa waktu yang dibutuhkan untuk menyebabkan jumlah kasus berlipat ganda, atau 10 kali lipat, atau 100 kali lipat. Namun hal yang perlu diperhatikan adalah ada saatnya nilai eksponensial ini akan ditekan saat adanya mekanisme kontrol dan saat jumlah infeksi sudah melewati titik tertentu.

Contohnya jika memiliki pertumbuhan sebesar 1 dB, maka dalam 3 hari jumlah kasus akan bertambah sebanyak 2 kali lipat (3 dB). Nilai ini hampir mendekati nilai laju pertumbuhan kasus COVID-19 di Indonesia yang bertambah 2 kali lipat dalam 3 hari.

Kesimpulan

Informasi mengenai pertumbuhan eksponensial harus lebih jelas agar diketahui bahaya dari wabah Coronavirus. Status pertumbuhan kasus menjadi bagian terpenting yang perlu diwaspadai oleh segala masyarakat khususnya yang mengenyam pendidikan wajib 12 tahun. Konsep matematika ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengambil kesimpulan untuk mengingkatkan kewaspadaan terhadap wabah Virus SARS-CoV2. Semoga dengan adanya pengetahuan matematis yang baik, urgensi tingkat kewaspadaan juga semakin meningkat antara masyarakat Indonesia dalam menghadapi wabah COVID-19.

Akhir kata, jika ada kesalahan dalam artikel ini, mohon berikan komentar agar saya dapat memperbaikinya. Terima kasih.

Kategori
Uncategorized

Pneumonia Viral dan Pneumonia Bakteri

Kemarin saya berbincang dengan salah satu teman permainan dari 7 tahun silam. Orang ini berasal dari Pakistan dan belum lama menyelesaikan studi Kedokteran Gigi di sana. Di tengah perbincangan dalam group WhatsApp, kami dan beberapa teman lain menyentuh topik pembicaraan Coronavirus, Ia menceritakan adanya kasus COVID-19 di Rumah Sakit tempat dia sedang bertugas.

Selanjutnya kamipun berbincang lebih lanjut tentang proses infeksi akibat Coronavirus. Seperti yang diketahui, COVID-19 ini adalah penyakit menular yang menyerang sistem pernapasan. Gejala yang muncul adalah flu, lalu demam, diikuti dengan batuk yang parah. Setelah itu, virus dapat menginfeksi paru-paru menyebabkan Pneumonia. Infeksi paru-paru ini menghasilkan kerusakan yang bersifat permanen.

Saya sempat bingung dengan penggunaan kata pneumonia. Ia menjelaskan bahwa terdapat perbedaan dari Pneumonia yang kita kenal secara umumnya, yaitu Pneumonia berdasarkan infeksi bakteri. Pneumonia melalui bakteri Pneumococcus, umumnya diobati dengan berbagai antibiotik. Pneumonia akibat virus ini berbeda dengan Pneumonia yang disebabkan bakteri. Salah satu hal yang menjadi sumber kebingungan saya, apakah Pneumonia dari COVID-19 disebabkan oleh turunnya daya tubuh sehingga terjadi infeksi Pneumonia akibat bakteri. Melalui perbincangan ini, saya mendapatkan informasi bahwa Pneumonia akibat bakteri dan Pneumonia aibat virus ini adalah hal yang berbeda.

Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa perawatan dari penderita Coronavirus saat ini hanya menekan gejala-gejalanya (symptomatic treatment). Hal ini menyebabkan orang lanjut usia, yang sudah memiliki daya tahan imun yang lebih rendah dari orang muda, menjadi lebih rentan terhadap gejala-gejala yang diakibatkan infeksi Coronavirus.

Komplikasi penyakit juga menjadi salah satu alasan kenapa Coronavirus dapat menjadi fatal. Sistem imun yang lemah tidak dapat menyangga daya tahan tubuh dalam melawan banyak penyakit sekaligus. Salah satu yang pertanyaan yang muncul, apakah konsep ini sama seperti HIV atau penyakit yang menyerang imunitas tubuh, ternyata tidak, imunitas tubuh tidak serta-merta dilemahkan oleh infeksi virus ini.

Kamipun membahas vaksin dan penyembuhan terhadap virus ini, beberapa pemberian zat antiviral dilakukan untuk membantu penyembuhan terhadap virus. Namun tes-tes belum menunjukkan hasil yang jelas tentang keberhasilan metode-metode penyembuhan virus ini. Vaksin belum ada untuk melawan infeksi virus ini. Sehingga, sebaiknya pendekatan yang dilakukan adalah mencegah seperti yang sudah disampaikan oleh berbagai kalangan, mencuci tangan, jangan sentuh wajah, dan gunakan masker jika sedang sakit atau mengurus orang sakit.

Perbincangan ini singkat dan mungkin sudah banyak informasi resmi tentang hal ini sudah diterima oleh banyak orang melalui banak kanal. Namun dengan menuliskan artikel ini, saya ingin mencatat apa yang menjadi temuan baru dari saya melalui perbincangan tersebut. Jika ada koreksi atau kesalahan mohon disampaikan dalam kolom komentar.

Kategori
Opinion

Wisdom as a Teacher

Wisdom takes care of those who look for her; she raises them to greatness. Loving her is loving life itself; rising early to look for her is pure joy. Anyone who obtains Wisdom will be greatly honored. Wherever he goes, the Lord will bless him. Wisdom’s servants are the servants of the Holy One, and the Lord loves everyone who loves her. Those who obey her will give sound judgments;those who pay attention to her have true security. Put your trust in Wisdom, and you will possess her and pass her on to your descendants. At first, Wisdom will lead you along difficult paths. She will make you so afraid that you will think you cannot go on. The discipline she demands will be tormenting, and she will put you to the test with her requirements until she trusts you completely. Then she will come to you with no delay, reveal her secrets to you, and make you happy. But if you go astray, she will abandon you and let you go to your own ruin.

Sirach 4: 11 – 19

My friend and I, mostly him, have wished for wisdom every time our Bible study group meet up and finished a study session. This process continued for a year when we were a freshman in University. Wisdom is something that everyone wants, they all search for it, and only few has it. After graduating, I found what we have been wishing so far, it was in the Deuterocanonical books in the Catholic bible. Wisdom of Sirach, wisdom passed from a father to his son. Finding the path of wisdom is one thing, walking the path is another. It will be tormenting, the discipline is not easy.

The fear of the LORD is the beginning of wisdom, and knowledge of the Holy One is understanding.

Proverbs 9: 10

We start with the fear of the LORD, I have been a Christian since birth, re-discovering Jesus and God was the beginning in my quest of wisdom. Searching for the wisdom, and finally finding the path, through this book, I will begin the quest by reading this book of Wisdom. Practicing it would be REALLY hard. Building the disciplines required will require enormous amount of willpower, if God be willing, I will try my best.

Kategori
Opinion

Renungan: Kewajiban Terhadap Orang Tua

Disclaimer: Tulisan ini ditulis seorang awam Katolik, bersifat sebagai renungan pribadi yang ingin dibagikan bagi orang lain juga. Tulisan ini mengambil acuan dari buku Sirakh, salah satu bagian di Alkitab Deuterokanonika.

Kemarin (12 Januari) dan kemarin dulu (11 Januari), saya membaca beberapa cuitan menarik. Cuitan itu membahas bagaimana anak harus taat pada orang tua, secara spesifik satu cuitan membahas restu ibu. Banyak sekali pro-kontra, membahas kasus-kasusnya sendiri. Sebagai seorang Kristen, kita sudah diberi panduan yang sangat jelas untuk masalah hubungan dengan orang tua. Saya merenungkan sedikit dan hasil renungan ini saya tulisan di artikel ini. Relevankah buku yang ditulis ribuan tahun lalu untuk masalah hari ini?

Melihat pembahasan ini, saya jadi teringat bacaan di Ekaristi tanggal 29 Desember 2019, misa ini bertema Pesta Keluarga Kudus (cek: bacaan Misa), memusatkan bacaan terhadap hubungan dengan keluarga. Bacaan pertama dari kitab Sirakh 3, ditujukan khusus untuk anak, sedangkan bacaan kedua merupakan panduan bagi semua anggota keluarga (Kolose 3: 12-21).

Hai anak-anak, taatilah orangtuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan. (Kolose 3: 20)

Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu – ini adalah suatu perintah yang penting seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. (Efesus 6: 1-3)

Dua ayat ini sudah sering diperdengarkan di kebaktian, misa, ataupun pendalaman alkitab atau pendalaman iman. Dasarnya juga jelas, dari sepuluh perintah Allah, hormatilah ayah dan ibumu. Kitab Sirakh bab 3 ini memberikan penjelasan lebih lanjut tentang bagaimana seharusnya hal ini dilakukan di kehidupan sehari-hari. Artikel ini adalah hasil renungan kitab Sirakh bab 3, saya akan membaca kitab ini dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris (versi: Good News Translation).

“Anak-anakku, dengarkanlah aku, bapamu, dan hendaklah berlaku sesuai dengan apa yang kamu dengar, supaya selamat. Memang Tuhan telah memuliakan bapa pada anak-anaknya, dan hak ibu atas para anaknya diteguhkan-Nya”

“Children, listen to me; I am your father. Do what I tell you and you will be safe, for the Lord has given fathers authority over their children and given children the obligation to obey their mothers.”

Sirakh 3: 1-2

Secara jelas di sini dijelaskan bahwa kuasa dan hak untuk dituruti diberikan Allah kepada orang tua.

“Barangsiapa menghormati bapanya memulihkan dosa, dan siapa memuliakan ibunya serupa dengan orang yang mengumpulkan harta. Barangsiapa menghormati bapanya, ia sendiri akan mendapat kesukaan pada anak-anaknya pula, dan apabila bersembahyang, niscaya doanya dikabulkan. Barangsiapa memuliakan bapanya, akan panjang umurnya, dan orang yang taat kepada Tuhan menenangkan ibunya.”

If you respect your father, you can make up for your sins, and if you honor your mother, you are earning great wealth. If you respect your father, one day your own children will make you happy; the Lord will hear your prayers. If you obey the Lord by honoring your father and making your mother happy, you will live a long life.

Sirakh 3: 3-6

Setelah itu, segala berkat dan karunia Allah yang diberikan jika mengikuti perintah Allah ini: memulihkan dosa, mengumpulkan harta, kesukaan dari anak-anaknya kelak, doa dikabulkan, dan panjang umur. Semua ini didapatkan dari hormat terhadap orang tua dan memuliakan mereka.

“serta melayani orang tuanya sebagai majikannya. Anakku, hormatilah bapamu, baik dengan perkataan maupun dengan perbuatan, supaya berkat dari padanya turun atas dirimu. Rumah tangga anak dikukuhkan oleh berkat bapa, tapi dasar-dasarnya dicabut oleh kutuk ibu. Jangan membanggakan nista bapamu. Memang nista bapa bukan kehormatan bagi dirimu! Sebaliknya kemuliaan seseorang terletak dalam menghormati bapanya, dan malu anak ialah ibu ternista.”

Obey your parents as if you were their slave. Honor your father in everything you do and say, so that you may receive his blessing. When parents give their blessing, they give strength to their children’s homes, but when they curse their children, they destroy the very foundations. Never seek honor for yourself at your father’s expense; it is not to your credit if he is dishonored. Your own honor comes from the respect that you show to your father. If children do not honor their mothers, it is their own disgrace.

Sirakh 3: 7-11

Ayat ketujuh menunjukkan bahasa yang keras, as if  you were their slave, atau layaknya orang tua adalah majikanmu. Jika menerima restu, kekuatan anak untuk membangun rumah tangganya akan diberikan, jika dikutuk, semuanya itu hilang. Selain itu, kita diingatkan juga untuk tidak menistakan orang tua sendiri, karena kemuliaan kita sendiri juga tergantung oleh hormatnya kita kepada orang tua.

Anakku, tolonglah bapamu pada masa tuanya, jangan menyakiti hatinya di masa hidupnya. Pun pula kalau akalnya sudah berkurang hendaklah kaumaafkan, jangan menistakannya sewaktu engkau masih berdaya. Kebaikan yang ditunjukkan kepada bapa tidak sampai terlupa, melainkan dibilang sebagai pemulihan segala dosamu. Pada masa pencobaan engkau akan diingat oleh Tuhan, maka dosamu lenyap seperti air beku yang kena matahari. Serupa penghujat barangsiapa meninggalkan bapanya, dan terkutuklah orang yang mengerasi ibunya.

My child, take care of your father when he grows old; give him no cause for worry as long as he lives. Be sympathetic even if his mind fails him; don’t look down on him just because you are strong and healthy. The Lord will not forget the kindness you show to your father; it will help you make up for your sins. When you are in trouble, the Lord will remember your kindness and will help you; your sins will melt away like frost in warm sunshine. Those who abandon their parents or give them cause for anger may as well be cursing the Lord; they are already under the Lord’s curse.

Sirakh 3: 12-16

Anak haruslah menolong orang tua saat umurnya sudah senja, jangan sampai ada perilaku yang menyakiti mereka saat akhir masa hidupnya. Hal ini yang menghasilkan pemulihan dosa pada saat masa pencobaan. Namun terkutuklah anak-anak yang meninggalkan orang tuanya di masa tuanya dan membangkitkan amarah mereka, samalah seperti menghujat Tuhan dan terkutuklah di hadapan Tuhan.

Akhir kata, enam belas ayat ini memberikan peringatan dan pedoman hidup kewajiban anak terhadap orang tuanya. Kitab ini sudah bertahan ribuan tahun, cerita ini bukan cerita baru dan sepanjang perjalanan waktu tetap ada di berbagai peradaban dan masyarakat.

Keluarga adalah satuan terkecil (atom) dari hidup bermasyarakat dan nilai-nilai tradisional yang diajarkan di keluarga tidak lekang oleh waktu. Zaman teknologi, keilmuan boleh maju pesat, tapi nilai ini merupakan nilai yang tidak boleh dilepaskan sampai kapanpun juga. Fakta dinamika kehidupan keluarga tetap sama, saat masa pendewasaan, hormatilah orang tua; saat membangun rumah tangga, carilah restu orang tua; di masa tua mereka, janganlah tinggalkan mereka dan jangan mengerasi mereka.