Automatic Position Reporting System

Automatic Position Reporting System atau APRS adalah protokol komunikasi digital antara stasiun radio amatir dengan jumlah besar yang dapat mencakup area yang luas. APRS merupakan sistem radio paket yang dapat digunakan untuk mengirim berbagai informasi taktis, seperti cuaca, lokasi, pesan, dan berbagai event spesial atau emergency dalam waktu real time. Sistem APRS dibuat oleh Bob Bruniga (WB4APR) sejak lebih dari 25 tahun yang lalu, namun sistem ini masih aktif digunakan oleh banyak stasiun radio amatir.

Layaknya berbagai sistem radio amatir yang masih ada sampai sekarang, APRS juga sudah terintegrasi dengan jaringan internet. Anda dapat memantau berbagai macam informasi taktis melalui APRS, contoh website yang menunjukkan data APRS adalah APRS.fi. Pada Gambar 1, Anda dapat melihat banyak stasiun cuaca pada kota Tucson, Arizona, USA. Melihat banyaknya stasiun cuaca, perlu diketahui bahwa salah satu tradisi radio amatir di Amerika Serikat adalah layanan publik. Salah satu layanan publik tersebut adalah pengamatan cuaca. Operator radio amatir yang memiliki stasiun cuaca menggunakan APRS untuk membagikan datanya.

Walaupun bernama Position Reporting system, tujuan APRS ini sendiri bukan sebagai GPS Tracker system. Perkembangan APRS memang dipicu oleh perkembangan GPS pada zamannya, namun sebenarnya APRS adalah sistem komunikasi dua arah yang diperuntukkan untuk komunikasi taktis secara real-time.

Screenshot 2018-08-03 18.24.54
Gambar 1. Screenshot aktivitas radio amatir Tucson, Arizona, USA

APRS Radio Network

Setelah mengetahui sistem APRS dan salah satu aplikasinya, selanjutnya akan dibahas komponen dari sebuah sistem APRS. Pada sistem APRS, Anda akan sering mendengar istilah sebagai berikut:

  1. Terminal Node Controller
  2. Digipeater
  3. APRS-IS iGate

Terminal Node Controller adalah modem radio digital yang dipakai. Modem ini umumnya berbasis dari Bell 202 Modem, atau modem Audio Frequency Shift Keying dengan baudrate sebesar 1200 baud.

Digipeater adalah repeater digital yang mampu mengirimkan kembali paket data agar lebih banyak stasiun yang dapat mendengar informasi tersebut. Digipeater umumnya memiliki daya yang tinggi dan diletakkan pada gedung tinggi sehingga dapat memiliki jangkauan yang luas.

APRS-IS iGate adalah perangkat APRS yang terhubung dengan internet sehingga dapat me-relay pesan yang diterima pada gelombang RF dan memasukkannya ke server APRS-IS. Setelah dari server APRS-IS, Anda dapat melihat paket-paket tersebut melalui berbagai website APRS ataupun software APRS lainnya.

Untuk memulai memasuki dunia APRS, hal pertama yang perlu dipastikan adalah Anda sudah memiliki callsign radio amatir, jika di Indonesia, Anda dapat mendaftar melalui SDPPI Postel Kemkominfo. Anda akan mengikuti Ujian Nasional Amatir Radio, lalu jika lulus Anda akan menerima Sertifikat Kecakapan Amatir Radio, lalu Anda dapat mengurus Izin Amatir Radio. Setelah memiliki Izin Amatir Radio, pastikan untuk mempunyai Izin Penguasaan Perangkat Radio Amatir. Jika Anda tidak ingin melakukan transmisi, mendengarkan transmisi APRS diperkenankan untuk siapapun, dengan modal TNC dan Radio HT Anda dapat memulai bermain dengan APRS.

Sekian informasi singkat tentang APRS yang bisa saya sampaikan, informasi lebih detail tentang masing-masing komponen dari APRS akan saya sampaikan dilain kesempatan.

Sources:

  1. http://www.aprs.org/
  2. http://www.aprs.fi/

Diterbitkan oleh josefmtd

Junior Electronics Engineer

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: