Kategori
Electronics

Petunjuk Pembacaan Spesifikasi Teknis Thermometer Inframerah

Semua benda yang memiliki panas akan menghasilkan radiasi inframerah sesuai dengan temperatur dari benda tersebut. Penggunaan temperatur inframerah ini dapat dipakai untuk berbagai aplikasi, dari keperluan industri (untuk membaca mesin listrik / mekanik), ataupun keperluan medis (untuk membaca suhu tubuh manusia). Dua artikel sebelumnya saya membahas penggunaan Industrial Grade Thermometer dan Medical Grade Thermometer dan tingkat akurasinya. Melalui artikel ini saya akan membahas cara membedakan keduanya berdasarkan specification sheet atau spesifikasi teknis yang umumnya tersedia di dalam kotak thermometer tersebut atau tercantum pada website penjualan sebelum Anda membeli thermometer itu.

Spesifikasi Penting dari Thermometer Inframerah

Ada empat jenis spesifikasi penting yang perlu dilihat dan diperhatikan secara seksama sebelum membeli thermometer untuk keperluan screening di gedung perkantoran atau ruang publik lainnya:

  1. Rentang temperatur yang ingin di baca
  2. Jenis permukaan objek yang ingin di ukur
  3. Akurasi dari pembacaan temperatur
  4. Luasan target pembacaan temperatur dan jarak maksimum dari target yang diperlukan

Dua spesifikasi teknis di atas adalah spesifikasi teknis dari Thermometer Inframerah untuk Industri (kiri) dan Thermometer Inframerah untuk Medis (kanan). Contoh merk umum dari thermometer industri adalah Fluke, sedangkan contoh merk umum dari thermometer medis adalah Omron.

Rentang Temperatur dan Akurasi

Perbedaan kedua thermometer industri dan medis jelas terlihat pada rentang temperatur dan akurasinya. Umumnya thermometer industri ini memiliki rentang yang sangat ekstrem, dari -36 derajat Celsius hingga 600 derajat Celsius. Sedangkan thermometer medis memiliki rentang temperatur di sekitar suhu tubuh manusia, 32 derajat sampai dengan 42 derajat Celsius. Dalam memilih thermometer, hal terpenting yang perlu di cari dari spesifikasi teknis rentang temperatur adalah pastikan rentang frekuensi sesempit mungkin dan mencakup suhu yang diinginkan.range-industrial

Setelah itu ada akurasi pembacaan, semakin besar rentang pembacaan suhu, semakin besar juga tingkat kesalahan, atau kurangnya akurasi pembacaan suhu. Thermometer industri memiliki spesifikasi teknis yang umumnya +/- 1 derajat Celsius untuk rentang temperatur sekitar suhu tubuh manusia. Thermometer medis memiliki spesifikasi teknis yang umumnya lebih kecil, hingga +/- 0.3 derajat Celsius.range-medical

Jenis Permukaan yang Diukur

Pembacaan temperatur dengan thermometer inframerah berbasis emisivitas cahaya inframerah yang dihasilkan, sehingga jenis benda yang dibaca sangat berpengaruh terhadap pembacaan temperatur. Thermometer industri umumnya memiliki konfigurasi untuk mengatur emisivitas, yang disesuaikan dengan benda yang diukur sesuai dengan jenis permukaan tersebut, yang memantulkan cahaya (emisivitas = 0) atau benda hitam atau blackbody (emisivitas = 1).

Thermometer medis umumnya sudah diatur untuk menggunakan konfigurasi emisivitas yang sesuai dengan warna kulit tubuh manusia. Nilai emisivitas yang sesuai dengan warna kulit manusia memastikan pembacaan yang lebih presisi.

Field of View dari Sensor Inframerah

Pembacaan cahaya inframerah menggunakan suatu sistem optik yang memfokuskan pancaran inframerah dari benda ke detektor inframerah dalam thermometer. Spesifikasi ini disebut Distance to Spot (D:S) ratio. Thermometer kelas Industri umumnya memiliki D:S yang tinggi, dengan D:S sebesar 30:1 dapat dilakukan pembacaan area dengan diameter 5 cm dengan jarak hingga 150cm.fov-industrial

Thermometer kelas medis umumnya memiliki spesifikasi teknis berupa panduan jarak maksimum berdasarkan rata-rata luasan kening manusia. Sebagai contoh, jarak 5 cm sampai 15 cm adalah jarak optimum untuk penggunaan thermometer kelas medis ini.

fov-medical

Thermometer Inframerah untuk Screening

Thermometer inframerah ini tetap memiliki akurasi yang buruk dibandingkan thermometer jenis lainnya sehingga hanya digunakan untuk keperluan screening dan bukan untuk diagnostik apapun. Departemen Kesehatan Hong Kong mengeluarkan pamflet tentang penggunaan thermometer inframerah dengan SOP sebagai berikut:

  1. Pastikan kening (forehead) tidak tertutup oleh benda apapun
  2. Jika di atas 36 derajat Celsius diasumsikan demam
  3. Pembacaan temperatur menggunakan inframerah hanya untuk screening

Kesimpulan dan Saran

Sebagai panduan untuk mengetahui jenis thermometer yang dipakai dalam screening di pintu masuk gedung / ruang publik lainnya, pastikan melihat spesifikasi teknis untuk melihat kemampuan pembacaan rentang temperatur, akurasi, emisivitas, dan distance to spot ratio nya. Hal ini dapat dilakukan untuk mencegah penggunaan Industrial Grade Thermometer untuk keperluan screening gejala demam di pintu perkantoran atau ruang publik lainnya.

Akurasi pembacaan temperatur menggunakan thermometer inframerah perlu diperhatikan sehingga batas bawah demam perlu disesuaikan dengan tingkat akurasi dari alat pembacaan ini. SOP dari pembacaan suhu di gedung seharusnya disesuaikan dengan tingkat akurasi dari alat yang digunakan.

 

Oleh josefmtd

Electronics Engineer

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s