Akurasi Thermo Gun Kelas Industri di Gedung dan Ruang Publik

Thermometer menjadi salah satu barang yang menjadi langka akibat wabah COVID-19. Transportasi umum, gedung sekolah, perkantoran, dan ruang publik umum memiliki pemantauan temperatur pengunjung di setiap pintu masuk. Kebutuhan akan thermometer ini menyebabkan suplai yang terbatas dari Thermo Gun menjadi sulit dicari dan harga menjadi tinggi. Di tengah kenaikan harga dan keterbatasan Thermo Gun untuk mengukur suhu tubuh manusia, Thermo Gun untuk keperluan Industri (Industrial-Grade) juga ikut masuk bursa pencarian Thermo Gun. Saya ingin membahas beberapa dasar-dasar pengukuran suhu untuk memperjelas posisi Thermo Gun dalam pembacaan suhu tubuh.

Cara Kerja Thermometer Digital

Thermometer Digital dapat menunjukkan hasil pembacaan suhu secara digital, lebih mudah dibaca dibanding thermometer analog berbasis raksa yang berbahaya. Ada dua jenis thermometer digital yang lazim ditemukan di pasaran, thermometer berbasis thermistor dan inframerah. Thermistor adalah suatu komponen yang nilai resistansinya tergantung oleh suhu sekitarnya. Thermometer digital berbasis thermistor ini cukup akurat karena menggunakan thermistor yang sudah dikalibrasi untuk bekerja di rentang suhu tubuh manusia.  Umumnya thermometer seperti ini digunakan dengan dipasang pada mulut (oral), dubur (rektal), atau ketiak (axillary). Akurasi thermometer ini cukup baik, namun kekurangannya adalah waktu pembacaan yang relatif lama.

thermometers on white surface
Photo by Polina Tankilevitch on Pexels.com

Benda panas menghasilkan pancaran inframerah, konsep ini dipakai untuk membaca temperatur dengan inframerah. Thermometer inframerah ini membaca pancaran sinar inframerah yang dihasilkan panas tubuh manusia untuk mengetahui suhu tubuh. Thermometer untuk tubuh manusia sudah dikalibrasi dan dioptimasi untuk membaca pancaran inframerah yang dihasilkan oleh rentang suhu tubuh manusia. Kelebihan terbesar dari penggunaan thermometer jenis ini adalah pembacaan tidak perlu kontak langsung dan kecepatan pembacaan jauh lebih cepat dibanding menggunakan thermometer berbasis thermistor.

Thermometer inframerah untuk tubuh manusia umumnya sudah terkalibrasi untuk membaca dari kulit manusia, hal ini disebabkan emisivitas cahaya juga tergantung dari warna benda yang memancarkan. Beberapa konsep emisivitas ini menjadi krusial dalam mekanisme pembacaan suhu menggunakan inframerah. Berbagai variabel ini menyebabkan akurasi dari thermometer berbasis inframerah ini lebih buruk dibandingkan thermometer berbasis thermistor.

Image result for body temperature infrared thermometer
Thermo Gun untuk suhu tubuh

Industrial Grade Thermometer dan Medical Grade

Thermometer berbasis infrared ini aplikasinya sangat luas, karena pembacaan suhu tanpa kontak langsung, thermometer ini sering digunakan untuk mesin industri yang dapat memiliki suhu rendah maupun suhu sangat tinggi. Thermometer kelas industri ini memiliki rentang pembacaan temperatur yang sangat luas, sehingga memiliki akurasi yang sangat buruk bahkan jika dibandingkan dengan thermometer kelas medis. Jika akurasi dari thermometer kelas medis ini adalah +/- 1 derajat, thermometer kelas industri ini dapat meleset hingga 4-5 derajat.

Melalui artikel ini saya ingin mengangkat kesadaran akan jenis-jenis thermometer yang tersedia di pasaran, sehingga dalam penanggulangan dan pencegahan penyebaran wabah COVID-19 ini, ada pengetahuan yang memadai bagi pemegang kebijakan dan pengelola ruang publik. Saya ingin menyadarkan para pengelola gedung dan ruang publik untuk mengetahui kekurangan dari thermometer berbasis inframerah, terlebih yang merupakan thermometer untuk aplikasi industri.

Jika thermometer yang digunakan tidak cocok untuk membaca suhu tubuh manusia dengan akurat, bahkan meleset jauh sampai 5 derajat, saya khawatir banyaknya orang yang mengalami gejala demam tidak sadar dan ikut masuk ke dalam kerumunan orang banyak dan meningkatkan penyebaran wabah COVID-19.

Saya mohon jika ada ahli yang lebih berpengalaman dari saya untuk menyampaikan hal ini agar dapat berbicara dan meningkatkan kesadaran akan hal ini agar pengelola ruang publik dapat mengetahui hal ini dan memastikan alat yang dipakai sudah sesuai untuk mendeteksi gejala COVID-19 dengan baik.

Karena belum ada ahli yang berbicara, izinkan saya mengutip dari video oleh ahli penginderaan suhu berbasis inframerah dari Amerika Serikat, Jim Seffrin:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s