Kalibrasi Fine Fuel Moisture Code dengan MODIS dan ECMWF

Sebagai salah satu bagian dari Fire Weather Index (FWI), kode kelembaban dari serasah, atau Fine Fuel Moisture Code (FFMC). Kode ini menunjukkan kemudahan api untuk mulai menyala. Untuk kondisi di Indonesia, FFMC dapat merepresentasikan resiko atau potensi terjadinya api karena kondisi cuaca. Nilai FFMC sangat tergantung terhadap biomassa yang paling umum ditemukan di suatu lokasi. Salah satu cara untuk mengalibrasi kode kelembaban bahan bakar ini adalah dengan melihat kajian historis kejadian kebakaran dibandingkan dengan nilai FFMC pada hari itu.

Kalibrasi dari nilai FFMC yang dilakukan oleh Dymond et al (2005), menggunakan data cuaca dari National Climatic Data Center NOAA untuk tahun 1994 sampai 2001. Akibat keterbatasan data yang tersedia, indeks yang dipakai menggunakan observasi dari nilai mean pada setiap hari, alih-alih dari data pada jam 12 siang hari. Curah hujan selama 24 jam yang dipakai untuk penghitungan indeks, menggunakan data pada 00 UTC, atau jam 7 WIB. Data hotspot yang digunakan berasal dari World Along Track Scanning Radiometer (ATSR).

NASA melalui satelit MODIS memberikan informasi kebakaran melalui Fire Information for Resource Management System (FIRMS). Titik panas yang dideteksi dari luar angkasa ini dapat dipakai untuk melihat data historis titik-titik panas yang disediakan oleh NASA dalam bentuk CSV. Nilai FFMC harian dari tahun 1979 sampai sekarang juga disediakan oleh ECMWF, melalui model ERA5. Melalui dua data ini, bisa dilakukan kembali kalibrasi berdasarkan data-data terkini.

Menggunakan pandas, data CSV hotspot tersebut bisa dipilih berdasarkan tipe kebakaran lahan (vegetation fire) dan dipilih dengan tingkat kepercayaan yang tinggi. Menggunakan xarray, kita dapat mengambil nilai FFMC hasil model dengan resolusi 0.25 x 0.25 derajat, nilai terdekat yang dipilih. Dari penggabungan kedua dataset ini, kita dapat melihat nilai FFMC di hari-hari terjadinya titik panas. Melalui data terbuka dari satelit MODIS dan data ECMWF ini, kalibrasi dapat dilakukan secara regional untuk masing-masing provinsi berdasarkan data historisnya.

Diterbitkan oleh josefmtd

Electronics Engineer

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: