Sensor PM2.5

Artikel ini termasuk dari seri pembahasan solusi PolusiJakarta. Saat melihat sensor rendah biaya, saya melihat beberapa opsi yang tersedia di Tokopedia, tentu sebelum membuat purwarupa, kita perlu mencari sensor-sensor yang sudah tersedia di pasaran Indonesia terlebih dahulu sebelum memilih sensor-sensor lain.

Sensor SHARP GP2Y1010AU0F

Sensor kualitas udara yang pertama kali saya lihat adalah sensor dari SHARP yaitu GP2Y1010AU0F. Harganya cukup murah, umumnya dibawah 100rb.

 

dust sensor principles
Gambar 1. Sensor SHARP GP2Y1014AU0F dan cara kerjanya

Prinsip nya menggunakan LED infrared dan fototransistor (phototransistor). LED infrared akan menyala dan fototransistor akan membaca cahaya yang sudah dipengaruhi oleh adanya debu partikulat yang masuk melalui lubang sensor. Cara kerja sensor ini sederhana, yang diperlukan adalah LED drive dari mikrokontroler dan pembacaan sinyal analog. Namun kelemahan dari sensor ini adalah tidak dapat membedakan PM10 dan PM2.5, sensor ini mungkin cukup untuk memantau kondisi debu di dalam ruangan.

Sensor Nova SDS011

Sensor kualitas udara ini masih cukup hangat dibicarakan oleh beberapa paper lingkungan, dan banyak tersedia di AliExpress karena merupakan buatan China. Sensor ini tersedia di Tokopedia juga dengan margin yang cukup besar, namun dibandingkan ongkos kirim dan waktu menunggu barang dari China, saya rasa opsi ini cukup menarik.

Gambar 2. Nova PM Sensor

Membaca beberapa paper yang membahas sensor ini, saya menjadi condong untuk memakai sensor ini. Melihat produknya yang sudah memiliki built-in fan dan sudah tersedia TTL-to-USB converter dengan kabelnya, saya cukup yakin untuk memulai pengembangan dengan modul ini, karena hal ini berarti sensor dapat dengan mudah dikoneksikan dengan komputer dan menggunakan program Serial sederhana untuk mendapatkan data.

Awalnya saya cukup ragu dengan adanya built-in fan yang mungkin akan memakan arus yang berlebih, maka saya putuskan untuk membaca datasheet sebelum mengambil keputusan.

Sensor SDS011 ini dapat mengukur PM2.5 dan PM10 dan mengirimkan hasil pembacaannya dengan PWM dan TTL UART. Level tegangan dari sensor ini adalah 5V, disuplai daya 5V dengan arus rating sebesar 70mA. Sensor ini mengeluarkan data setiap 1 detik dan memiliki titik operasional -10 sampai 50 derajat Celsius , kelembaban sampai dengan 70%, tekanan udara 86KPa – 110 KPa.

USB-to-TTL, daya yang masih di bawah 0.5W, dependensi terhadap temperatur, kelembaban, dan tekanan udara. Hal ini memicu saya untuk mencoba sensor ini dengan Raspberry Pi, di mana saya dapat menghubungkan sensor BME280 bersamaan dengan sensor SDS011 ini yang terhubung dengan USB.

Saya memutuskan untuk membeli sensor ini dari Tokopedia, saya harap bisa mulai menggarap sensor ini dan menggunakan BME280 sebagai pembanding dan membuat purwarupa operasional secepat mungkin.

Diterbitkan oleh josefmtd

Junior Electronics Engineer

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: