Kondisi Polusi Udara di Indonesia

Di tengah PPKM, kondisi udara di Jakarta tidak lebih baik dari sebelumnya. Bergantinya musim dan berkurangnya hujan menyebabkan partikel-partikel pencemar udara terakumulasi. Sudah banyak studi yang menunjukkan bahwa PM2.5 berbahaya untuk kesehatan masyarakat, apalagi saat adanya pandemi COVID-19 yang menyerang sistem pernapasan. Ada juga studi yang mencoba menghubungkan konsentrasi PM2.5 di area urban berpopulasi tinggiLanjutkan membaca “Kondisi Polusi Udara di Indonesia”

Using Global Forecast System from THREDDS Data Server or Google Earth Engine with Python

Global Forecast System, as the name implies, is a global weather prediction model produced by the National Centers for Environmental Prediction. Among the many variables available to be used, the most common parameters are temperature, wind speed and direction, precipitation, and relative humidity. GFS provides weather forecast up to 384 hours after the model isLanjutkan membaca “Using Global Forecast System from THREDDS Data Server or Google Earth Engine with Python”

Computing Weather Data with Python: NetCDF4 and Xarray

When I’m building a system that’s able to compute the daily Canadian Forest Fire Weather Indices, I began with the Google Earth Engine platform. It is capable of doing raster computation at a scale by harnessing the capabilities of the Google Cloud computing platform. Global datasets are updated daily on the Google Earth Engine platform.Lanjutkan membaca “Computing Weather Data with Python: NetCDF4 and Xarray”

Aplikasi Geospasial di Awan

Arsitektur cloud native mengalami peningkatan popularitas di bidang IT, menghasilkan berbagai perkembangan perangkat dan praktik terbaik yang dikembangkan oleh perusahaan komputasi awan untuk membuat proses pengembangan yang murni berjalan di atas komputasi awan. Bidang informasi geospasial juga secara perlahan mulai bermigrasi untuk mengikuti tren komputasi awan, memindahkan algoritma yang biasanya terlalu berat untuk dijalankan diLanjutkan membaca “Aplikasi Geospasial di Awan”

Kembali ke Normal? Visualisasi Data Sentinel-5P dari Google Earth Engine

European Space Agency (ESA) beberapa kali telah mengeluarkan peta sebaran konsentrasi gas nitrogen dioksida dan mengorelasikannya dengan aktivitas manusia. Melalui karantina ketat, terlihat dari luar angkasa bahwa emisi gas nitrogen dioksida di suatu wilayah turun dengan signifikan. ESA mengeluarkan gambar yang menunjukkan kurangnya polusi udara sekitar Eropa dan China pada tahu 2020. Menurut peneliti dariLanjutkan membaca “Kembali ke Normal? Visualisasi Data Sentinel-5P dari Google Earth Engine”

Sentinel-5P Hub dan Google Earth Engine

Misi satelit Sentinel-5 Precursor, juga dikenal sebagai Sentinel-5P, adalah misi Copernicus pertama yang didedikasikan untuk melakukan pemantauan atmosfer secara global. Satelit ini membawa instrumen TROPOMI (Tropospheric Monitoring Instrument). Instrumen ini dapat memberikan informasi tentang gas nitrogen dioksida (NO2), ozone (O3), formaledehida, sulfur dioksida (SO2), metana (CH4), karbon monoksida (CO), dan aerosol. Polutan gas ini berbahayaLanjutkan membaca “Sentinel-5P Hub dan Google Earth Engine”

GeoTIFF and Cloud Optimized GeoTIFF for Dummies

Another article in my “For Dummies” series, without a background in geospatial data and geosciences, this is how I try to make sense of the available geospatial data formats. GeoTIFF File Format GeoTIFF is based on the TIFF format and is used as an interchange format for georeferenced raster imagery. The Open Geospatial Consortium (OGC)Lanjutkan membaca “GeoTIFF and Cloud Optimized GeoTIFF for Dummies”

netCDF for Dummies

I have been working at Nusantara Earth Observation Network for a while, but only exposed to geospatial data recently. Without a formal education on geosciences or geospatial data, I often find myself fumbling for information. One of the most prevalent data format that I come across is netCDF. This article is written as an attemptLanjutkan membaca “netCDF for Dummies”

Publikasi Peta dengan GEEMap dan CartoEE

Setelah berhasil menggunakan Google Earth Engine dan Python API, data hasil olahan Anda mungkin ingin ditampilkan di suatu peta untuk dipublikasikan dalam suatu konferensi atau sebagai artikel jurnal. Melalui modul cartoee (cartoee.py) buatan Kel Markert, dan modul geemap (https://geemap.org) buatan Qiusheng Wu, hal ini dapat dilaksanakan dengan bantuan Jupyter Notebook dengan bahasa pemrograman Python. FormatLanjutkan membaca “Publikasi Peta dengan GEEMap dan CartoEE”

Kalibrasi Fire Weather Index di Indonesia

Lahan gambut memiliki kemampuan untuk menyimpan banyak karbon, di Indonesia. Lahan gambut tropis sangat berpengaruh terhadap kadar karbon di atmosfer global, ketika terjadi kebakaran hutan, dampaknya sangat buruk terhadap emisi karbon dioksida dan kabut yang dihasilkan dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Kebakaran hutan di lahan gambut jarang terjadi secara alami, namun pada kondisi gambut yang kering,Lanjutkan membaca “Kalibrasi Fire Weather Index di Indonesia”