Sentinel-5P Hub dan Google Earth Engine

Misi satelit Sentinel-5 Precursor, juga dikenal sebagai Sentinel-5P, adalah misi Copernicus pertama yang didedikasikan untuk melakukan pemantauan atmosfer secara global. Satelit ini membawa instrumen TROPOMI (Tropospheric Monitoring Instrument). Instrumen ini dapat memberikan informasi tentang gas nitrogen dioksida (NO2), ozone (O3), formaledehida, sulfur dioksida (SO2), metana (CH4), karbon monoksida (CO), dan aerosol. Polutan gas ini berbahayaLanjutkan membaca “Sentinel-5P Hub dan Google Earth Engine”

GeoTIFF and Cloud Optimized GeoTIFF for Dummies

Another article in my “For Dummies” series, without a background in geospatial data and geosciences, this is how I try to make sense of the available geospatial data formats. GeoTIFF File Format GeoTIFF is based on the TIFF format and is used as an interchange format for georeferenced raster imagery. The Open Geospatial Consortium (OGC)Lanjutkan membaca “GeoTIFF and Cloud Optimized GeoTIFF for Dummies”

netCDF for Dummies

I have been working at Nusantara Earth Observation Network for a while, but only exposed to geospatial data recently. Without a formal education on geosciences or geospatial data, I often find myself fumbling for information. One of the most prevalent data format that I come across is netCDF. This article is written as an attemptLanjutkan membaca “netCDF for Dummies”

Publikasi Peta dengan GEEMap dan CartoEE

Setelah berhasil menggunakan Google Earth Engine dan Python API, data hasil olahan Anda mungkin ingin ditampilkan di suatu peta untuk dipublikasikan dalam suatu konferensi atau sebagai artikel jurnal. Melalui modul cartoee (cartoee.py) buatan Kel Markert, dan modul geemap (https://geemap.org) buatan Qiusheng Wu, hal ini dapat dilaksanakan dengan bantuan Jupyter Notebook dengan bahasa pemrograman Python. FormatLanjutkan membaca “Publikasi Peta dengan GEEMap dan CartoEE”

Kalibrasi Fire Weather Index di Indonesia

Lahan gambut memiliki kemampuan untuk menyimpan banyak karbon, di Indonesia. Lahan gambut tropis sangat berpengaruh terhadap kadar karbon di atmosfer global, ketika terjadi kebakaran hutan, dampaknya sangat buruk terhadap emisi karbon dioksida dan kabut yang dihasilkan dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Kebakaran hutan di lahan gambut jarang terjadi secara alami, namun pada kondisi gambut yang kering,Lanjutkan membaca “Kalibrasi Fire Weather Index di Indonesia”

Fire Weather Index untuk Pemeringkatan Bahaya Kebakaran

Peringkat Bahaya Kebakaran adalah komponen dari sistem manajemen kebakaran yang menghitung faktor-faktor bahaya kebakaran menjadi satu atau lebih indeks kualitatif tentang kebutuhan proteksi terkini. Pada praktiknya, bahaya kebakaran dipengaruhi oleh topografi, jenis bahan bakar, dan cuaca. Sistem Pemeringkatan Bahaya Kebakaran di dunia umumnya menggunakan indeks cuaca kebakaran (Fire Weather Index). Canadian Fire Weather Index SystemLanjutkan membaca “Fire Weather Index untuk Pemeringkatan Bahaya Kebakaran”