Understanding Myself through Big Five Test

One key turn-around point that I had in my self-development was to understand who I am. I was able to get a depiction of my own personality through the understandmyself.com website. UnderstandMyself.com is based on the Big Five personality traits, consisting of extraversion, agreeableness, conscientiousness, neuroticism, and openness. Sometimes the acronym OCEAN (openness, conscientiousness, extraversion,Lanjutkan membaca “Understanding Myself through Big Five Test”

Data Tide Gauge IDSL dari Joint Research Center Uni Eropa

Pada tanggal 22 Desember 2018, 13:56 UTC, terjadi gelombang Tsunami yang disebabkan oleh Gunung Anak Krakatau yang diduga karena letusan gunung berapi tersebut. Saat bencana ini terjadi, sistem peringatan dini tsunami Indonesia (InaTEWS) tidak memiliki mekanisme untuk menjalankan perhitungan prediksi tinggi muka air dari letusan gunung berapi. Untuk memperkuat peringatan dini, pemerintah Indonesia menerapkan sistemLanjutkan membaca “Data Tide Gauge IDSL dari Joint Research Center Uni Eropa”

Data Gempa Realtime USGS

ANSS Comprehensive Earthquake Catalog (ComCat) adalah katalog gempa bumi yang menunjukkan sumber gempa dan produk-produk tambahan lainnya dari jaringan seismik USGS. USGS juga menyediakan GeoJSON Summary Feed yang diperbaharui setiap 1 menit. GeoJSON adalah format untuk struktur data geografis, dapat merepresentasikan sebuah Geometry, Feature, atau FeatureCollection. GeoJSON dibuat berdasarkan standar JSON. Saat mengembangkan RECTO TsunamiLanjutkan membaca “Data Gempa Realtime USGS”

Kembali ke Normal? Visualisasi Data Sentinel-5P dari Google Earth Engine

European Space Agency (ESA) beberapa kali telah mengeluarkan peta sebaran konsentrasi gas nitrogen dioksida dan mengorelasikannya dengan aktivitas manusia. Melalui karantina ketat, terlihat dari luar angkasa bahwa emisi gas nitrogen dioksida di suatu wilayah turun dengan signifikan. ESA mengeluarkan gambar yang menunjukkan kurangnya polusi udara sekitar Eropa dan China pada tahu 2020. Menurut peneliti dariLanjutkan membaca “Kembali ke Normal? Visualisasi Data Sentinel-5P dari Google Earth Engine”

Sentinel-5P Hub dan Google Earth Engine

Misi satelit Sentinel-5 Precursor, juga dikenal sebagai Sentinel-5P, adalah misi Copernicus pertama yang didedikasikan untuk melakukan pemantauan atmosfer secara global. Satelit ini membawa instrumen TROPOMI (Tropospheric Monitoring Instrument). Instrumen ini dapat memberikan informasi tentang gas nitrogen dioksida (NO2), ozone (O3), formaledehida, sulfur dioksida (SO2), metana (CH4), karbon monoksida (CO), dan aerosol. Polutan gas ini berbahayaLanjutkan membaca “Sentinel-5P Hub dan Google Earth Engine”

GeoTIFF and Cloud Optimized GeoTIFF for Dummies

Another article in my “For Dummies” series, without a background in geospatial data and geosciences, this is how I try to make sense of the available geospatial data formats. GeoTIFF File Format GeoTIFF is based on the TIFF format and is used as an interchange format for georeferenced raster imagery. The Open Geospatial Consortium (OGC)Lanjutkan membaca “GeoTIFF and Cloud Optimized GeoTIFF for Dummies”

netCDF for Dummies

I have been working at Nusantara Earth Observation Network for a while, but only exposed to geospatial data recently. Without a formal education on geosciences or geospatial data, I often find myself fumbling for information. One of the most prevalent data format that I come across is netCDF. This article is written as an attemptLanjutkan membaca “netCDF for Dummies”

Publikasi Peta dengan GEEMap dan CartoEE

Setelah berhasil menggunakan Google Earth Engine dan Python API, data hasil olahan Anda mungkin ingin ditampilkan di suatu peta untuk dipublikasikan dalam suatu konferensi atau sebagai artikel jurnal. Melalui modul cartoee (cartoee.py) buatan Kel Markert, dan modul geemap (https://geemap.org) buatan Qiusheng Wu, hal ini dapat dilaksanakan dengan bantuan Jupyter Notebook dengan bahasa pemrograman Python. FormatLanjutkan membaca “Publikasi Peta dengan GEEMap dan CartoEE”

Kalibrasi Fine Fuel Moisture Code dengan MODIS dan ECMWF

Sebagai salah satu bagian dari Fire Weather Index (FWI), kode kelembaban dari serasah, atau Fine Fuel Moisture Code (FFMC). Kode ini menunjukkan kemudahan api untuk mulai menyala. Untuk kondisi di Indonesia, FFMC dapat merepresentasikan resiko atau potensi terjadinya api karena kondisi cuaca. Nilai FFMC sangat tergantung terhadap biomassa yang paling umum ditemukan di suatu lokasi.Lanjutkan membaca “Kalibrasi Fine Fuel Moisture Code dengan MODIS dan ECMWF”

Kalibrasi Fire Weather Index di Indonesia

Lahan gambut memiliki kemampuan untuk menyimpan banyak karbon, di Indonesia. Lahan gambut tropis sangat berpengaruh terhadap kadar karbon di atmosfer global, ketika terjadi kebakaran hutan, dampaknya sangat buruk terhadap emisi karbon dioksida dan kabut yang dihasilkan dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Kebakaran hutan di lahan gambut jarang terjadi secara alami, namun pada kondisi gambut yang kering,Lanjutkan membaca “Kalibrasi Fire Weather Index di Indonesia”